Langsung ke konten utama

Postingan

1. Konsep pengujian

  Adalah serangkaian aktivitas yang tujuannya untuk menemukan kesalahan dalam isi, fungsi, kegunaan, kemampuan navigasi, kinerja, kapasitas dan keamanan aplikasi web sebelum aplikasi-aplikasi web yang dibuat dikirimkan ke end user.   Hal ini penting karena jika end user menemukan kesalahan yang membuat mereka meragukan aplikasi web tersebut, mereka akan pergi ke web lain untuk mencari isi dan informasi • Langkahnya dimulai dengan fokus pada aspek aplikasi web yang terlihat oleh user dan berlanjut pada pengujian yang terkait dengan teknologi dan infrastruktur.

3. PENGUJIAN BLACK BOX

  Disebut juga pengujian perilaku.  Pengujian black box memungkinkan untuk membuat beberapa kumpulan kondisi input yang akan melakukan semua kebutuhan fungsional untuk program.  Kategori kesalahan pada pengujian black box:  a. Fungsi yang salah atau hilang  b. Kesalahan antarmuka  c. Kesalahan struktur data atau akses basis data eksternal  d. Kesalahan perilaku atau kinerja  e. Kesalahan inisialisasi dan penghentian

2. PENGUJIAN WHITE BOX

  Disebut juga pengujian kotak kaca (glass box testing).  Merupakan sebuah filosofi perancangan test case yang menggunakan struktur kontrol.  Test case pada white box:  a. Menjamin bahwa semua jalur independen di dalam modul telah dieksekusi sedikitnya satu kali  b. Melaksanakan semua keputusan logis pada sisi benar dan salah  c. Melaksanakan semua perulangan (loop) yang memenuhi semua batas operasional  d. Melakukan struktur data internal untuk memastikan kebenarannya.

1. DASAR-DASAR PENGUJIAN PERANGKAT LUNAK

  Pengujian perangkat lunak adalah proses menjalankan dan mengevaluasi sebuah Perangkat Lunak secara manual maupun otomatis untuk menguji apakah Perangkat Lunak sudah memenuhi persyaratan atau belum, atau untuk menentukan perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan hasil sebenarnya.  Pengujian bertujuan untuk mencari kesalahan.  Pengujian yang baik adalah pengujian yang memiliki kemungkinan besar dalam menemukan kesalahan sebanyak mungkin dengan usaha sekecil mungkin

G. PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK

  Karakteristik Pada Pendekatan Berorientasi Objek:  Pendekatan lebih kepada data (bukan fungsi/prosedur) Program besar dibagi menjadi beberapa objek Struktur data dirancang dan menjadi karakteristik dari objek-objek Fungsi-fungsi yang mengoperasikan data tergabung dalam suatu objek yang sama Data tersembunyi dan terlindung dari fungs/prosedur yang ada di luar Objek-objek dapat saling berkomunikasi dengan saling mengirim message satu sama lain Menggunakan pendekatan bottom-up

F. PENDEKATAN PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

  Karakteristik Pendekatan Berorientasi Prosedur/Fungsi:  a. Penekanan pada sesuatu yang harus dikerjakan (algoritma pemecahan masalah)  b. Program berukuran besar dipecah menjadi programprogram yang lebih kecil  c. Kebanyakan fungsi/prosedur berbagi data global  d. Data bergerak secara bebas dalam sistem dari satu fungsi ke fungsi yang lain yang terkait  e. Fungsi-fungsi mentransformasi data dari satu bentuk ke bentuk yang lain  f. Menggunakan pendekatan top-down Struktur Umum Pemrograman Terstruktur Hubungan Data dan Fungsi pada Pemrograman Terstruktur